Komunikasi data adalah proses
pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,
seperti komputer / laptop / printer / dan alat komunikasi lain) yang terhubung
dalam sebuah jaringan. Lapisan-lapisan komunikasi data biasanya menggunakan
standar OSI. Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for
Open Networking adalah sebuah model arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh
badan International Organization for Standarization (ISO) di Eropa pada tahun
1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari (Open System Interconnection). Model
ini disebut juga dengan "Model Tujuh Lapis OSI" (OSI Seven Layer
Models).
b. Rumusan
Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, beberapa permasalahan yang akan dibahas
pada makalah ini adalah:
1.
Apa definisi Media Transmisi?
2.
Apa media transmisi yang termasuk jenis media transmisi Guided?
3.
Apa media transmisi yang termasuk jenis media transmisi Unguided?
c. Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dari
penulisan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui definisi Media Transmisi.
2.
Mengetahui media transmisi yang termasuk jenis media transmisi Guided.
3.
Mengetahui media transmisi yang termasuk jenis media transmisi Unguided
d. Manfaat Penelitian
Bagi Penulis
1. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan lebih bagi
Penulis tentang Media Transmisi.
Definisi
Media Transmisi
Media
transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima
informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah
menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai
macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada
beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima
supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti
telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat
menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan
untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika
memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Karakteristik
media transmisi ini bergantung pada jenis alat elektronika, data yang digunakan
oleh alat elektronika tersebut, tingkat keefektifan dalam pengiriman data, dan
ukuran data yang dikirimkan. Jenis media transmisi ada dua, yaitu Guided dan
Unguided. Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan
jaringan yang menggunakan sistem kabel. Unguided transmission media atau media
transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang
B. Jenis
Media transmisi Pada Jaringan Komputer
media
transmisi pada jaringan komputer itu ada 3 jenis :
1.
Copper Media atau sering dikenal dengan media tembaga ( Guided )
2.
Optical Media atau Media Optik
3.
Wireless Media atau Media tanpa menggunakan kabel ( Unguided )
1. Media Transmisi Guided (SOFTWIRE)
a. Copper
Media ( Media Tembaga )
Copper Media ialah media transmisi yang terbuat
dari bahan tembaga, atau biasa disebut dengan ” Kabel “ .
Data yang dikirim lewat kabel ini bentuknya berupa sinyal sinyal listrik (
tegangan atau arus ) Digital.
Berikut ialah jenis jenis kabel yang digunakan dalam
jaringan komputer :
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan
terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun
dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama
masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m1. koaksial
2. STP
3. UTP
b. Coaxial Cable ( Kabel
Koaksial )
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV.
Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini
merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor.
merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor.
Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah :
· Harganya
cukup murah
· Jangkauannya
cukup jauh.
Kekurangannya adalah :
· susah
pada saat instalasi.
· Untuk
saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi
jaringan
Berikut contoh gambar dari kabel koaksial :
c. Kabel Twisted Pair
Twister Pair ini ada dua keluarga, pertama STP dan
kedua ialah UTP. Yang ngebedainnya cuma yang STP ada pelindungnya buat biar ga
interferensi satu lagi ga ada pelindungnya jadi agak rentan. yuk kita bahas aja
kelebihan dan kekurangannya masing masing
STP ( Shield Twisted Pair )
UTP ( UnShielded Twister Pair )
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan
mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang
elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu
:
Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG
sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada
koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem
PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan
kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan
konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan
berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps,
diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade)
dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m. Media lain
pendukung kabel UTP antara lain Crimp Tool dan connector RJ-45.. Crimp tool /
Crimping tool adalah alat untuk
memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam – macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.
memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam – macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.
2.Optical Media
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi
sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter^ receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih.
Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass
dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat
mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak
menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi
distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi
tidak akurat.
Sedang plastic optical’fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibreoptic (serat optic).Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah)
Sedang plastic optical’fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibreoptic (serat optic).Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah)
Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua
fiber,satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx)
sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara
bersama-sama (full duplex).
· ST
Konektor biasanya dipakai untuk yang singlemode
· SC
konektor biasanya dipakai untuk yang multimode
berikut gambarnya :
3. Media Transmisi Unguided
(HARDWIRE)
Suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel
dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah
antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi,
Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara),
sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg
elektromagnetikdari media. Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk
transmisi wireless, Unguided media atau komunikasi tanpa kabel mentransmisikan
gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik. Sinyal
dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa
kasus). Media tranmisi ini dapat menggunakan wireless atau menggunakan
satellite
Gambar 8. Aplikasi nyata media transmisi wireless yang
sering kita jumpai
Media unguided mentransmisikan
gelombang electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau
serat optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave,
wireless mobile dan lain sebagainya. Media ini memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan
receiver). Ada dua jenis transmisi, Point-to-point (unidirectional) yaitu
dimana pancaran terfokus pada satu sasaran. Broadcast (omnidirectioanl) yaitu
dimana sinyal terpancar ke segala arah dan dapat diterima oleh banyak antena.
Tiga macam wilayah frekuensi, antara lain:
· Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
· Gelombang radio 30 Mhz – 1 Ghz
· Gelombang inframerah
Untuk media tidak terpandu
(unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai dengan menggunakan antena.
Untuk transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik ke medium (biasanya
udara) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang elektomagnetik dari
medium sekitarnya. Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi atas empat
bagian yaitu:
· Gelombang Mikro Terrestrial (Atmosfir Bumi)
· Gelombang Mikro Satelit
· Radio Broadcast
· Infra Merah
Gelombang Mikro Terrestrial
Tipe antena gelombang mikro
yang paling umum adalah parabola 'dish'. Ukuran diameternya biasanya sekitar 3
m. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis
pandang menuju antena penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan
pada ketinggian tertentu diatas tanah untuk memperluas jarak antara antena dan
mampu menembus batas. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan beberapa
menara relay gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik ke titik
dipasang pada jarak tertentu.
Kegunaan sistem gelombang
mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi long-haul, sebagai
alternative untuk coaxial cable atau serat optic. Fasilitas gelombang mikro
memerlukan sedikit amplifier atau repeater daripada coaxial cable pada jarak
yang sama, namun masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro
umumnya dipergunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi
suara.
Pengguna gelombang mikro
lainnya adalah untuk jalur titik-titik pendek antara gedung. Ini dapat
digunakan untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data diantara Local
Area Network. Gelombang mikro short-haul juga dapat digunakan untuk
aplikasi-aplikasi khusus. Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro
untuk fasilitas telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui
perusahaan telepon local.
Transmisi gelombang mikro
meliputi bagian yang mendasar dari spectrum elektromagnetik. Frekuensi yang
umum di gunakan untuk transmisi ini adalah rentang frekuensi sebesar 2 sampai
40 GHz. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin tinggi potensial
bandwidth dan berarti pula semakin tinggi rate data-nya. Sama halnya dengan
beberapa sistem transmisi, sumber utama kerugian adalah atenuansi. Sehingga
repeater dan amplifier ditempatkan terpisah jauh dari sistem gelombang mikro
biasanya 10 sampai 100 km. Atenuansi meningkat saat turun hujan khusunya
tercatat diatas 10 GHz. Sumber gangguan-gangguan yang lain adalah interferensi.
Dengan semakin berkembangnya popularitas gelombang mikro, daerah transmisi
saling tumpang tindih dan interferensi merupakan suatu ancaman. Karena itu
penetapan band frekuensi diatur dengan ketat.
Band yang paling umum untuk
sistem telekomunikasi long-haul adalah band 4 GHz sampai 6 GHz. Dengan meningkatkan
kongesti (kemacetan) pada frekuensi-frekuensi ini, sekarang digunakan band 11
GHz. Band 12 GHz digunakan sebagai komponen sistem TV kabel. Saluran gelombang
mikro juga digunakan untuk menyediakan sinyal-sinyal TV untuk instalasi CATV
local; sinyal-sinyal yang kemudian didistribusikan kepelanggan melalui kabel
coaxial. Sedangkan gelombang mikro dengan frekuensi lebih tinggi digunakan
untuk saluran titik ke titik pendek antar gedung. Biasanya digunakan band 22
GHz. Frekuensi gelombang mikro yang lebih tinggi lagi tidak efektif untuk jarak
yang lebih jauh, akibat meningkatnya atenuansi, namun sangat sesuai untuk jarak
pendek. Sebagai tambahan, semakin tinggi frekuensi, antenanya akan semakin
kecil dan murah.
Wireless Media ( Media Tanpa Kabel
)
Saat
ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi
data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan
data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah
masalah jarak,bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN
di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk
Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC),
sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan
komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan
ActiveHub dari jaringan yang sudah ada. Media transmisi wireless menggunakan
gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan
frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim
melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini
melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini


